Tampilkan postingan dengan label Safety. Tampilkan semua postingan

Safety Sign


material safety sign
Definisi
Rambu-rambu keselamatan adalah peralatan yang bermanfaat untuk membantu melindungi kesehatan dan keselamatan karyawan dan pengunjung yang sedang berada di tempat kerja.
Kegunaan
  1. Menarik perhatian terhadap adanya kesehatan dan keselamatan kerja
  2. Menunjukkan adanya potensi bahaya yang mungkin tidak terlihat
  3. Menyediakan informasi umum dan memberikan pengarahan.
  4. Mengigatkan para karyawan dimana harus menggunakan peralatan perlindungan diri
  5. Mengindikasikan dimana peralatan darurat keselamatan berada.
  6. Memberikan peringatan waspada terhadap beberapa tindakan yang atau perilaku yang tidak diperbolehkan.
Landasan Hukum
  1. Undang-undang no 1 Tahun 1970 Pasal 14b.
“ Memasang dalam tempat kerja yang dipimpinnya, semua gambar keselamatan kerja yang diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya, pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja “
  1. Permenaker No. 05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kriteria audit 6.4.4.
“ Rambu-rambu mengenai keselamatan dan tanda pintu darurat harus dipasang sesuai dengan standar dan pedoman “
Standar Rambu Keselamatan
Terdapat beberapa standar acuan pemasangan rambu keselamatan di tempat kerja diantaranya adalah :
  1. ANSI Standard
  2. ISO Standard
  3. British Standard
  4. Hazmat & NFPA Standard
  5. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup
  6. Rambu Lalu Lintas
  7. MO Standard
PENGELOMPOKAN RAMBU

Kelompok rambu-rambu dibagi dalam tiga bagian yakni :
  1. PERINTAH Berupa : Larangan , kewajiban
  2. WASPADA Berupa : Bahaya, Peringatan, perhatian
  3. INFORMASI
PETUNJUK PEMASANGAN RAMBU
  • Rambu-rambu harus terlihat jelas, ditempatkan pada jarak pandang dan tidak tertutup atau tersembunyi.
  • Kondisikan rambu-rambu dengan penerangan yang baik. Siapapun yang berada di area kerja harus bisa membaca rambu dengan mudah dan mengenali warna keselamatannya.
  • Pencahayaan juga harus cukup membuat bahaya yang akan ditonjolkan menjadi terlihat dengan jelas.
  • Siapapun yang ada di area kerja harus memiliki waktu yang cukup untuk membaca pesan yang disampaikan dan melakukan tindakan yang diperlukan untuk menjaga keselamatan.
  • Posisikan rambu-rambu yang berhubungan bersebelahan, tetapi jangan menempatkan lebih dari empat rambu dalam area yang sama.
  • Pisahkan rambu-rambu yang tidak berhubungan.
  • Pastikan bahwa rambu-rambu pengarah terlihat dari semua arah. Termasuk panah arah pada rambu keluar disaat arah tidak jelas atau membinggungkan. Rambu arah arus ditempatkan secara berurutan sehingga rute yang dilalui selalu jelas.
  • Rambu-rambu yang di atap harus berjarak 2.2 meter dari lantai.
JENIS RAMBU KESELAMATAN
Adapun jenis rambu dapat berupa :
  1. Rambu dengan SimboL
  2. Rambu dengan Simbol dan Tulisan
  3. Rambu berupa pesan dalam bentuk Tulisan .
Rambu tulisan seharusnya digunakan apabila tidak adanya symbol  yang tersedia.
PEDOMAN UMUM RAMBU KESELAMATAN
Warna , Simbol dan Tulisan
Pedoman rambu lalu lintas
Dibawah ini beberapa Safety Sign yang sering kita temukan di area belt conveyor.

Read more

Log Out Tag Out

Log Out Tag Out
Log Out Tag Out (Penguncian dan Pelabelan) atau dikenal dengan istilah LOTO, sangat berkaitan dengan safety khususnya ketika melakukan maintenance atau pekerjaan teknis lainnya.

Kapan dibutuhkan..?

Selalu dibutuhkan ketika melakukan service atau maintenance mesin, meliputi:

- Proses instalasi

- Set up

- Pengaturan

- Inspeksi

- Modifikasi mesin atau peralatan

Bukan hanya pekerjaan elektrikal tapi juga mencakup pekerjaan lain seperti mekanikal, hidrolik, pneumatic, chemical, thermal, dll

Tanggungjawab pekerja
LOTO harus dipasang oleh pekerja yg memiliki otoritas terhadap mesin/peralatan yang sedang dilakukan service/maintenance.

Untuk itu seorang pekerja harus bisa :

Mengenali sumber bahaya ditempat kerja
Mampu mendemontrasikan prosedur pemasangan LOTO yang benar
Mampu menjelaskan batasan-batasan tag-out sendiri

Jika anda adalah operator dimana mesinnya sedang dilakukan service/maintenance, maka disebut sebagai affected employee (pekerja yang terkena dampak dari kegiatan tsb) .
Maka sebagai affected employee anda harus mengetahui:

Tujuan dari pemasangan LOTO tersebut
Mampu menjelaskan batasan-batasan tag-out sendiri

Syarat TAG OUT
TAG merupakan alat untuk memperingatkan, tidak memiliki fungsi secara fisik sebagai pengunci, oleh karena itu TAG harus :

Tidak boleh diabaikan
Hanya boleh dipasang atau dilepas oleh orang/pekerja yang memiliki otoritas.
Harus mudah dibaca.
Harus mudah dimengerti oleh semua pekerja yang ada diarea tersebut

Prosedur LOTO
Untuk memasang LOTO, maka berikut adalah prosedur yang harus diikuti:

Identifikasi semua saklar, sumber daya, kontrol, interlock dan alat lain yang diperlukan untuk mengunci, dengan tujuan mengisolasi sistem.
Hentikan/shutdown peralatan yang bekerja.
Putuskan saklar
Kunci dan putuskan saklar pada kedudukan off.
Gunakan kunci yang baik dan dipegang oleh yang berhak.
Ujilah isolasi, gunakan pengujian tegangan untuk menentukan bahwa tegangan pada sisi yang lain dari saklar atau pemutus.
Pasang TAGOUT pada panel atau sisi saklar/pemutus.
Sebelum dihubungkan kembali dengan sumber daya, pastikan bahwa semua pelindung ada pada tempatnya, dan semua alat yang digunakan dalam perbaikan/maintenance telah disingkirkan.

Demikian uraian singkat tentang LOTO yang sangat erat berkaitan dengan keselamatan di dunia kerja.
Read more

Personal Danger Tag


Apa tujuan Personal Danger Tag ?
Dimaksudkan untuk memberi informasi kepada personil bahwa orang yang namanya tertulis pada Personal Danger Tag sedang melakukan melakukan pekerjaan yang mewajibkan titik isolasi ( dimana Tag itu dipasang ) tetap terisolasi

Siapa yang menggunakan Personal danger Tag ?

Semua Peronil yang bermaksud melakukan pekerjaan yang mewajibkan isolasi. Personil yang menggunakan Personal danger Tag harus terlatih dan kompeten sebagai seorang personal lock holder

Di mana Personal Danger Tag dipasang ?

Hanya boleh dipasang pada titik isolasi yang dipasangi dengan Out of Service Tag, atau di tempat pengontrolan isolasi misalnya Lockout Station

Bagaimana Personal danger Tag digunakan ?
Personal Danger Tag hanya dipasang dan di lepas oleh orang yang namanya tertulis di tag itu

Ada dua jenis Personal Danger Tag

Permanen
Tag yang permanen yang di berikan kepada seseorang untuk digunakan berulang kali
Sementara
Tag sementara yang digunakan sementara misalnya untuk pengunjung atau menunggu tag permanen di buat
Pelepasan Personal Danger tag
- Bila pekerjaan selesai dilaksanakan atau bila semua orang telah meninggalkan daerah kerja
- Bila orang di transfer ke pekerjaan lain
- Pada akhir shift
Read more

JOB SAFETY ANALYSIS (JSA)


METODA PENUNTUN MEMPELAJARI SUATU PEKERJAAN UNTUK MENEMUKAN BAHAYA-BAHAYA YANG TERKANDUNG DI DALAMNYA.
DENGAN DIKENALNYA BAHAYA-BAHAYA KERJA MAKA DIBUAT PROSEDURE KERJA YANG TEPAT UNTUK MENGURANGI ATAU MENGHILANGKAN BAHAYA-BAHAYA TERSEBUT UNTUK MENCEGAH KECELAKAAN


KAPAN JSA DIPERLUKAN?

JSA HARUS DIBUAT PADA SETIAP KEGIATAN KRITIKAL

JSA DIBUAT SEBELUM KEGIATAN DIMULAI

JSA TERUS BERKEMBANG MENYERTAI SETIAP PROSES KEGIATAN SEHINGGA SELALU PERLU DISEMPURNAKAN.

CONTOH KEGIATAN KRITIKAL

- TEST TEKANAN SUMUR DAN PERALATAN

- CEMENTING , FRACTURING , ACIDIZING

- PENGOPERASIAN CRANE ANGKATAN BERAT

- BONGKAR MUAT KAPAL DAN TONGKANG

- TRANSPORTASI EXPLOSIVE DI DARAT DAN DI AIR

- MEMBANGUN TANGKI MINYAK

- PEKERJAAN DI ATAS & DALAM AIR

- PEKERJAAN LAS PIPA GAS & MINYAK

PROSES JSA
JSA DIBUAT OLEH

+ GRUP/ PERSONIL YANG AKAN MENGERJAKAN PEKERJAAN

+ DITANDATANGANI OLEH GRUP LEADER

+ DILAMPIRKAN PADA WORK PERMIT

+ DISERAHKAN KEPADA SUPERVISOR

SUPERVISOR MEMPELAJARI JSA DAN MEMASTIKAN:

+ LANGKAH-LANGKAH PEKERJAAN SUDAH LENGKAP

+ SEMUA BAHAYA TERIDENTIFIKASI DAN TERKONTROL

KEUNTUNGAN LANGSUNG

+ MEMPERKECIL PELUANG TERJADINYA KECELAKAAN

+ MENINGKATKAN KESADARAN PEKERJA MENGENAI KESELAMATAN

KEUNTUNGAN TIDAK LANGSUNG

+ MEMBANGUN PARTISIPASI PEKERJA

+ MELATIH BERPIKIR SEBELUM BERTINDAK

+ MELATIH CARA KERJA YANG BENAR

PELATIHAN JSA

SUPERVISOR LINI SEBAGAI INSTRUKTUR MEMBIMBING PERSONILNYA MEMBUAT JSA MENUNJUKAN LANGKAH-LANGKAH PROSES PEMBUATAN DAN MEMBERIKAN CONTOH-CONTOH

PIHAK KETIGA YANG TERLIBAT DALAM PEKERJAAN DISERTAKAN DALAM KELOMPOK MEMBUAT JSA

JSA LAMA DAPAT DIJADIKAN ACUAN.

MEMBUAT JSA

PEKERJAAN YANG KOMPLEK DIURAI MENJADI PEKERJAAN-PEKERJAAN KECIL

TENTUKAN PEKERJAAN YANG AKAN DIANALISA
- SUSUN LANGKAH KERJA BERURUTAN
- TEMUKAN BAHAYA PADA SETIAP LANGKAH KERJA
- HILANGKAN ATAU ATASI BAHAYA
- UBAH CARA KERJA MENJADI AMAN
- SELESAIKAN JSA

TETAPKAN PROSEDURE KERJA YANG AMAN

MENGURAI PEKERJAAN YANG KOMPLEK
CONTOH :
PENGGANTIAN PIPA 8” PIPELINE

MENJADI :
- MENGGALI DAN MEMBONGKAR PIPA LAMA
- MENGANGKAT & MENGANGKUT PIPA BARU
- MENGELAS PIPA BARU
- DAN SETERUSNYA

LANGKAH KERJA

- DIBUAT DAFTAR LANGKAH KERJA BERURUTAN,BAHAYANYA DAN KONTROLNYA.

- PENULISAN DENGAN SIMPLE

- KALIMAT DIMULAI DENGAN KATA KERJA

TULISKAN BAHAYA SETIAP LANGKAH
TERTIMPA , TERPUKUL , TERJEPIT , DSB.

TERGELINCIR , TERSANDUNG , JATUH , DSB.

TERBAKAR , KENA RADIASI , DSB.

SENGATAN LISTRIK , TENGGELAM , DSB

PENCEGAHAN KECELAKAAN

-ALAT PELINDUNG DIRI

- ALAT KESELAMATAN

- KONDISI FISIK TEMPAT ATAU ALAT

- METODA YANG LEBIH AMAN

- LOCK OUT DAN TAG OUT

- DAN SEBAGAINYA

ANALISA KURANG EFEKTIF

APABILA :
- PEMIMPIN KELOMPOK TIDAK ADA/BERFUNGSI

- PEMAHAMAN PEKERJAAN KURANG

- PARTISIPASI PESERTA RENDAH

- KELOMPOK KERJA TERLAMPAU BESAR

- GAGAL MEMAHAMI MASALAH

- MENGULANG-ULANG JSA LAMA

- BAHASAN TERLALU SIMPEL

- FASILITAS PERTEMUAN TIDAK MEMADAI

Contoh Form JSA

Form Job Safety Analisis


SAFETY IS NOT EVERYTHING but WITHOUT SAFETY YOU ARE NOTHING


Read more